Nabila : Ibu Aku Ingin Kembali Jalan

KECERIAN NABILA, 9, layaknya seorang anak pupus sudah. Ia, kini hanya bisa terbaring di diatas tikar beralaskan sarung bercorak batik yang sudah banyak lobangnya. Nabila tergolek lemas karena kedua kakinya terserang lumpuh setelah menjalani perawatan di Puskesmas.

Kemiskinan yang mendera keluarganya, membuat penyakit nabila makin meradang. Selain lumpuh, Nabila kini juga mengalami giji buruk hingga badan anak berambut hitam sebahu ini tinggal kulit dan tulang.

Di sebuah rumah yang nyaris ambruk di tengah lingkungan yang rata-rata dari golongan kaum miskis di Indramayu, Jawa Barat, Nabila tinggal bersama kedua orang tuanya. Terkadang, Nabila harus menahan lapar yang termat karena untuk mendapatkan makanan, kedua orang tuanya harus terlebih dahulu bekerja sebagai kuli serabutan.

Sartini, (ibunda nabila…red) sering kali menangis saat anak pertamanya itu kerap meminta ingin kembali berjalan. “Ibu aku ingin kembali jalan,” ungkap Sartini meriukan perkataan Nabila kepada dirinya.

Mendengar keinginan anaknya, Sartini mengaku, hatinya meronta-ronta ingin membawa Nabila ke Rumah Sakit yang mampu mengobati lumpuh kedua kakinya. Tapi apa daya, itu tak bisa dilakukan Sartini, karena keterbatasan ekonomi keluarganya. “Kadang saya bingung, kepada siapa saya harus mengadu lagi,” ujar sartini begitu lirih.

Sartini menjelaskan, kelumpuhan yang dialami Nabila terjadi sekitar satu tahun lalu. Saat itu Nabila menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Entah apa penyabnya, nabila tiba-tiba lumpuh dan sama sekali tidak bisa berjalan.

“Beberapa usaha kita lakukan termasuk mengadu ke Puskesmas dimana Nabila pernah dirawat, namun itu semua sia-sia karena tidak pernah ada tanggapan sama sekali,” papar Sartini memperlihatkan ekpresi kekecewaan mendalam.

Sartini kini hanya berharap, anak semata wayangnya bisa kembali berjalan dan bersekolah layaknya anak seusia Nabila. “Saya hanya ingin anak saya berjalan. Mudah-mudahan harapan saya ini didengar pihak pemerintah atau dermawan,” pungkasnya. (rustandi)

Budi Bach V3 © 2012 All Rights Reserved