Warna Warni Ujian Nasional

UJIAN Nasional alias UN, menjadi hal yang menakutkan bagi siswa mengentaskan pendidikannya di tingkat akhir. Karena dijadikan patokan kelulusan, acap kali siswa tidak siap menghadapi hajat pemerintah itu. Tak ayal, beragam kejadian terjadi menghiasi pelaksanaan UN yang baru saja beres untuk tingkat Sekolah Menangah Atas alias SMU di hampir beberapa daerah di tanah air
salah satu fenomena itu tergambar pada Risky Nurilawati dan Ningsih Wardana. Kedua siswa yang menderita tuna netra dan tuna rungu, tampak begitu antusias melakansa Ujian yang bakal menentukan nasibnya kedepan.

Meski keduanya terdaftar sebagai murid di Sekolah Luar Biasa YPAB, Surabaya, namun pada pelaksanaan UN kali ini, mereka harus mengerjakan soal di salah satu ruang kelas di SMAN 10 Surabaya. Maklum saja, karena itu aturan yang diberlakukan pemerintah dengan dalih untuk menghindarkan kecurangan.

Ningsih yang tuna rungu dianggap dapat mengerjakan soal secara mandiri tanpa bantuan petugas. Sedangkan Risky yang tidak dapat melihat dengan sungguh-sungguh mendengarkan soal yang dibacakan oleh pengawas ujian. Petugas juga lah yang kemudian mengisikan lembar jawaban Risky.

Meskipun kedua gadis tersebut adalah peserta khusus ujian nasional, mereka tidak mendapatkan keistimewaan waktu dalam mengerjakan soal-soal ujian. “Semua peraturan tetap diberlakukan sama. Tidak ada perbedaan,” terang Sukron, Kepala SMAN 10 Surabaya.

Sementara itu, kejadian yang mengharukan terjadi di SMK Budi Utomo, Gandrung Mangu, Cilacap, Jawa Tengah. Nurhayati, salah seorang siswa yang tengah mengikuti UN, menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelumnya korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Peristiwa yang menjadi catatan penting dalam pelaksanaan UN tahun ini, bermula ketika Nurhayati, yang ketika itu sedang menempuh ujian matematika, tiba-tiba mengeluh pusing pada teman sekelasnya. Tidak berapa lama, tubuhnya terkulai lemas hingga pingsan
Nurhayati yang tidak sadarkan diri kemudian dilarikan pihak sekolah ke RSUD Cilacap. Sesampainya di rumah sakit, tim Unit Gawat Darurat RSUD Cilacap segera memberikan tindakan pertolongan. Namun usaha tersebut tidak bisa menolong sisa hidup Nurhayati
Berbeda dengan kejadian yang murid tiga sekolah di Jawa Barat. Karena sekolahnya terendam banjir, murid yang hendak melaksanakan UN numpang di sekolah lain. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zakarsyih menyatakan, ketiga sekolah tersebut adalah SMK Negeri 1 Katapang dan SMA Bojong Soang, Kabupaten Bandung, serta SMA Muara Gembong, Bekasi. (Retno)

Budi Bach V3 © 2012 All Rights Reserved