<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budi Bach V3</title>
	<atom:link href="http://budibach.com/v3/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budibach.com/v3</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Oct 2011 12:27:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Test</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/test/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/test/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 02:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Note]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Testing import post Tidak ada tulisan yang terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Testing import post
<p>Tidak ada tulisan yang terkait.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/test/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fatwa Haram Rokok Tidak Bijaksana</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/fatwa-haram-rokok-tidak-bijaksana/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/fatwa-haram-rokok-tidak-bijaksana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Fatwa kalau rokok itu haram, pada saat ini harus dipertanyakan. Bukan sekedar masalah rokoknya itu sendiri, tapi akan menyangkut banyak hal yang semestinya dipertimbangkan dan dijadikan kajian mendalam. Salah satunya soal isi perut...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fatwa kalau rokok itu haram, pada saat ini harus dipertanyakan. Bukan sekedar masalah rokoknya itu sendiri, tapi akan menyangkut banyak hal yang semestinya dipertimbangkan dan dijadikan kajian mendalam.</p>
<p>Salah satunya soal isi perut ribuan orang yang menggantungkan nasibnya menjadi buruh pabrik rokok besar maupun rumahan. Belum lagi, soal masalah petani tembakau yang secara turun temurun hidup dari hasil penjualan tembakau ke pabrik rokok.</p>
<p>Permsalahan ini sepatutnya menjadi landasan sebelum fatwa yang diambil itu diberlakukan. Setidaknya, fatwa itu tidak merugikan banyak pihak terutama kaum miskin dan buruh. Andai saja fatwa haram merokok secara signifikan berdampak luas pada kelangsungan industri rokok yang sekarang, maka pihak yang paling bertanggungjawab adalah pihak yang membuat fatwa.</p>
<p>Langkah efektif yang bisa diambil pemerintah maupun pihak yang berkepentingan menerapkan merokok itu sebagai hal yang diharamkan, adalah membuka ruang usaha baru bagi para pekerja dan petani yang bergelut dibidang tembakau tersebut.</p>
<p>Jika pemerintah tidak bisa membuat pilihan bartu untuk mengganjel isi perut masyarakat yang berkepentingan di bidang rokok, maka pemerintah harus bijak mengambil sikap dan tindakan.</p>
<p>Sebagai gambaran yang jelas, sudah beberapa tahun terakhir ini setelah krisi ekonomi pada tahun 1997, pergerakan usaha kecil dan menengah jalan ditempat. Salah satu usaha rumahan yang masih tetap berjalan dan bertahan dari semua gelombang krisis global adalah industri dan usaha pembuatan rokok.</p>
<p>Kondisi demikian, menunjukan betapa pentingnya industri rokok ini sebagai pihak yang mampu memberikan solusi bagi para pekerja selama ini. Tentunya, dengan gambaran tadi, pemerintah dan pihak lainnya harus bijaksana. Pasalnya, pemerintah sendiri belum bisa memberikan solusi yang maksimal.(*)
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/rawan-pangan-pr-besar-pemerintah/" rel="bookmark">Rawan Pangan PR Besar Pemerintah</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tni-nyoblos-masih-harus-dipertimbangkan/" rel="bookmark">TNI Nyoblos Masih Harus Dipertimbangkan</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tabung-gas-meledak-kapan-berakhir/" rel="bookmark">Tabung Gas Meledak Kapan Berakhir ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-tingginya-angka-penjualan-dan-pembuangan-anak/" rel="bookmark">Menengok Tingginya Angka Penjualan dan Pembuangan Anak</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/jakarta-ke-483-akankah-lebih-baik/" rel="bookmark">Jakarta ke 483 Akankah Lebih Baik</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/fatwa-haram-rokok-tidak-bijaksana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Hutan Dicukur Kebutuhan Rupiah</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/ketika-hutan-dicukur-kebutuhan-rupiah/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/ketika-hutan-dicukur-kebutuhan-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[PERUBAHAN iklim dunia semakin hari semakin terasa imbasnya. Berbagai masalah timbul karena factor alam yang tidak lagi bersabat dengan sekitarnya. Beberapa kejadian seperti longsor dan banjir, membuktikan alam sudah murka dengan rekayasa eksploitasi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERUBAHAN iklim dunia semakin hari semakin terasa imbasnya. Berbagai masalah timbul karena factor alam yang tidak lagi bersabat dengan sekitarnya. Beberapa kejadian seperti longsor dan banjir, membuktikan alam sudah murka dengan rekayasa eksploitasi kepentingan pembangunan.</p>
<p>Salah satu bukti nyata rusaknya kondisi alam sekarang, bisa dilihat dari penurunan jumlah area hutan di Indonesia. Fungsi hutan yang seharusnya menjadi penyimbang iklim dunia, dicukur untuk kebutuhan rupiah.</p>
<p>Beraragam dalih dan alasan dijadikanj senjata agar gerung gergaji mesin dan bulldozer dengan leluasa menggasak hutan untuk penetingan pialang kayu dan property. Tanpa disadari, kondisi itu memicu banyak masalah baru yang mengancam kelangsunga jiwa manusia saat ini.</p>
<p>Ditilik dari berbagai kasus, penebangan hutan terjadi karena berbagai factor kelemahan pemerintah mengendalikan pembangunan. Pemberian HPH ke sejumlah perusahaan telah merubah hutan Indonesia menjadi lahan gundul dan tandus yang tidak tersentuh reboisasi. Bahkan semakin gencar pemberian HPH tanpa kendali membuat kecemburan bagi masyarakat sekitar hutan. Hasilnya, masyarakat yang merasa tidak diberikan hak yang sama melakukan pembalakan hutan dengan membabi buta.</p>
<p>Berbicara masalah hutan ini, sepertinya tak perlu mengurut terlalu jauh kebelakang. Baru-baru ini  Puluhan kubik kayu hasil pembalakan liar berhasil disita Polisi Kehutanan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, di sejumlah kawasan hutan lindung di Kecamatan Tapango, Alu, Tubbitaramanu, dan kawasan hutan lindung lainnya.</p>
<p>Kayu yang diduga akan diselundupkan ke berbagai daerah ini, awalnya ditemukan warga menumpuk di pinggiran sungai. Namun sayang dalam kasus ini, tak satupun pelaku yang berhasil diringkus petugas kepolisian hutan.</p>
<p>Berkaca pada masalah itu, pembalakan hutan di Indonesia makin memperihtainkan saja. Kayu-kayu mentahan yang seharusnya beridiri kokoh dan menjadi penyejuk iklim dunia yang sudah carut-marut, harus tergeletak dipenggal sang algojonya.</p>
<p>Bila dilihat dari berbagai sisi, ada beberapa yang membuat pembalakan liar begitu besar terjadi di hutan tropis Indonesia. Selain karena kelakukan masyarakat hutan, ada masalah klasik lainnya yang selama ini kerap tertutupi. Masalah itu tiada lain soal oknum aparat yang bermain dalam jual beli hasil kayu curian. Bahkan, beberapa kasus pembalakan liar melibatkan oknum aparat.</p>
<p>Menanggapi masalah ini, pemerintah harus segera mengambil tindakan. Selain secara kontinyue memeriksa aparat yang bertugas sebagai pemangku hutan, juga tegas mengambil tindakan kepada oknum aparat yang diduga terlibat dalam pembalakan liar.</p>
<p>Harus disadari betul, ketika hutan dicukur untuk kebutuhan rupiah maka bahaya yang lebih besar akan terus mengancam. Dalam beberapa hari ini, dunia akan memperingati hari kehutanan. Maka selayaknya, momemuntum ini dijadikan sebuah awalan untuk memperbaiki citra Indonesia sebagai Negara yang memiliki hutan terluas ke tiga sedeunia setelah Brazil.</p>
<p>Indonesi harus bisa membuktikan kedunia, mampu memainkan perannya sebagai paru-paru dunia. Dengan itu, Indonesia akan memiliki nilai bargening yang tinggi dengan Negara lain yang memiliki ketergantungan oksigen dari hutan di Indonesia. (rustandi)
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/hari-pendidikan-nasional-benarkah/" rel="bookmark">HARI PENDIDIKAN NASIONAL, BENARKAH ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menelisik-perubahan-kampung-maheng-di-tanah-rencong/" rel="bookmark">Menelisik Perubahan Kampung Maheng di Tanah Rencong</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tabung-gas-meledak-kapan-berakhir/" rel="bookmark">Tabung Gas Meledak Kapan Berakhir ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/haruskah-semua-bicara-video-mesum/" rel="bookmark">Haruskah Semua Bicara Video Mesum</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/rawan-pangan-pr-besar-pemerintah/" rel="bookmark">Rawan Pangan PR Besar Pemerintah</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/ketika-hutan-dicukur-kebutuhan-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabila : Ibu Aku Ingin Kembali Jalan</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/nabila-ibu-aku-ingin-kembali-jalan/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/nabila-ibu-aku-ingin-kembali-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[KECERIAN NABILA, 9, layaknya seorang anak pupus sudah. Ia, kini hanya bisa terbaring di diatas tikar beralaskan sarung bercorak batik yang sudah banyak lobangnya. Nabila tergolek lemas karena kedua kakinya terserang lumpuh setelah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KECERIAN NABILA, 9, layaknya seorang anak pupus sudah. Ia, kini hanya bisa terbaring di diatas tikar beralaskan sarung bercorak batik yang sudah banyak lobangnya. Nabila tergolek lemas karena kedua kakinya terserang lumpuh setelah menjalani perawatan di Puskesmas.</p>
<p>Kemiskinan yang mendera keluarganya, membuat penyakit nabila makin meradang. Selain lumpuh, Nabila kini juga mengalami giji buruk hingga badan anak berambut hitam sebahu ini tinggal kulit dan tulang.</p>
<p>Di sebuah rumah yang nyaris ambruk di tengah lingkungan yang rata-rata dari golongan kaum miskis di Indramayu, Jawa Barat, Nabila tinggal bersama kedua orang tuanya. Terkadang, Nabila harus menahan lapar yang termat karena untuk mendapatkan makanan, kedua orang tuanya harus terlebih dahulu bekerja sebagai kuli serabutan.</p>
<p>Sartini, (ibunda nabila…red) sering kali menangis saat anak pertamanya itu kerap meminta ingin kembali berjalan. “Ibu aku ingin kembali jalan,” ungkap Sartini meriukan perkataan Nabila kepada dirinya.</p>
<p>Mendengar keinginan anaknya, Sartini mengaku, hatinya meronta-ronta ingin membawa Nabila ke Rumah Sakit yang mampu mengobati lumpuh kedua kakinya. Tapi apa daya, itu tak bisa dilakukan Sartini, karena keterbatasan ekonomi keluarganya. “Kadang saya bingung, kepada siapa saya harus mengadu lagi,” ujar sartini begitu lirih.</p>
<p>Sartini menjelaskan, kelumpuhan yang dialami Nabila terjadi sekitar satu tahun lalu. Saat itu Nabila menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Entah apa penyabnya, nabila tiba-tiba lumpuh dan sama sekali tidak bisa berjalan.</p>
<p>“Beberapa usaha kita lakukan termasuk mengadu ke Puskesmas dimana Nabila pernah dirawat, namun itu semua sia-sia karena tidak pernah ada tanggapan sama sekali,” papar Sartini memperlihatkan ekpresi kekecewaan mendalam.</p>
<p>Sartini kini hanya berharap, anak semata wayangnya bisa kembali berjalan dan bersekolah layaknya anak seusia Nabila. “Saya hanya ingin anak saya berjalan. Mudah-mudahan harapan saya ini didengar pihak pemerintah atau dermawan,” pungkasnya. (rustandi)
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-derita-tkw/" rel="bookmark">Menengok Derita TKW</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-tingginya-angka-penjualan-dan-pembuangan-anak/" rel="bookmark">Menengok Tingginya Angka Penjualan dan Pembuangan Anak</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/potret-buram-anak-miskin/" rel="bookmark">Potret Buram Anak Miskin</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/hak-si-miskin-yang-terpangkas-birokrasi/" rel="bookmark">Hak Si Miskin yang Terpangkas Birokrasi</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/fatwa-haram-rokok-tidak-bijaksana/" rel="bookmark">Fatwa Haram Rokok Tidak Bijaksana</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/nabila-ibu-aku-ingin-kembali-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potret Buram Anak Miskin</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/potret-buram-anak-miskin/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/potret-buram-anak-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[ubuh kecil itu terusik dari tidurnya diatas dipan berukuran 1,5 meter dan beralaskan busa tipis. Matanya berkeliling mencari suara sambil menahan sakit luka disekujur tubuhnya. Ya, itulah Varik Kristiani, anak 16 tahun pasutri...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ubuh kecil itu terusik dari tidurnya diatas dipan berukuran 1,5 meter dan beralaskan busa tipis. Matanya berkeliling mencari suara sambil menahan sakit luka disekujur tubuhnya. Ya, itulah Varik Kristiani, anak 16 tahun pasutri Mitra Sujana, 45, dan Dedeh, 43, warga kampung Jatinunggal, Desa Sindangjaya Kecamatan Ciranjang,</p>
<p>berjuang mempertahankan nyawanya dengan tubuh digeroti penyakit misterius yang dideritanya sejak memasuki umur 4 tahun.</p>
<p>Hidup baginya adalah perjuangan panjang dengan penantian, dia tak henti-hentinya berdoa, agar tuhan Yesus mengangkat penyakit yang mengendap selama 12 tahun di tubuhnya. Optimis adalah modal semangat hidupnya walau sesekali rasa pesimis menghantuinya.</p>
<p>Luka yang kini menjadi bagian dari hidupnya, berawal saat dirinya menginjak umur 4 tahun. Saat itu, dikantong kemihnya mucul gelumbung dan kemudian menjadi luka borok yang menganga. Hanya berselang dalam hitungan hari beberapa bagian tubuhnya langsung melepuh.</p>
<p>Sejak itu varik yang terlahir tanggal 25 September 1990 lalu, mulai menjalani penderitaan dalam hidupnya. Tak pelak, teman sepermainnya menghindari dirinya bahkan mengejek denga kata-kata kotor. Ia sadar dirinya bukan lagi Varik yang saat dilahirkan dari rahim ibunya. Hal itu, membuat dirinya mengurung diri didalam rumah yangberukruan 5 x 7 meter. Saat itu, penyakit yang dideritanya makin menjadi hingga seluruh tubuhnya melepuh dan mengeriput.</p>
<p>Varik tak bisa lagi berbuat banyak walaupun untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Semua kebutuhannya benar-benar tergantung pada kedua orang tuanya. Anak bungsu dari dua bersaudara itu, akhirnya pasrah dengan apa yang menimpa hidupnya. Walaupun cita-cita untuk sembuh tetap menggantung di benaknya.</p>
<p>Ditemui dirumahnya yang berjarak sekitar 25 kilo dari kota Cianjur dan berada di sekitar daerah waduk Cirata Calincing Cianjur, Varik tetap tampak tegar. Walaupun luka-luka menganga dibeberap bagian tubuhnya yang terbuka dari celana hitam pendek dan kemeja panjang kotak-kotak biru, dia berusaha bangkit walaupun batal karena luka dipunggungnya kembali terasa.</p>
<p>Menurut Varik, dirinya tidak bisa makan seperti orang normal lainnya. Hanya nasi tumbuk dan itupun terbuat dari beras Raskin dirinya baru bisa makan. Jika mengkonsumsi nasi biasa, maka dalam tempo yang singkat dari dalam tubuhnya keluar darah kental yang bisa membahayakan nyawanya.</p>
<p>Sesekali, tangan Varik terlihat menggaruk beberapa lukanya dan tak pelak saat itu juga darah terlihat mengucur. Di tubuhnya yang begitu kecil, tampak beberapa perban menutupi lukanya tak terkecuali di bagain lubang telinganya.</p>
<p>Diakui Varik, jika tanganya terlalu kuat menekan tubuhnya dari luka yang ada bisa keluar cairan putih yang kemudian disusul darah. Tragis memang, tapi itulah kenyataanya. Anak yang akan merayakan paskah itu tetap tergolek di pelataran halaman rumahnya dengan desiran angin yang sesekali membuatnya pusing.</p>
<p>Dirumahnya, Varik hanya tinggal bersama dua orang tuanya dan satu keponakannya. Rumah itu, diakui Varik memberikan dirinya satu ketenangan sehingga setiap ada kesempatan tak jemu-jemu mulutnya bersyukur kepada Yesus sang juru selamat.</p>
<p>Sawah Warisan Hilang untuk Biaya Berobat</p>
<p>Varik adalah Varik dan apapun kondisinya tetaplah seorang anak yang juga membutuhkan kasih sayang. Hal itu sangat dirasakan ayah Varik, Mitra Sujana. Untuk kebahagian anaknya, di rela kehilangan harta benda warisan orangtuanya.</p>
<p>Diakui Mitra, selaku ayah dirinya telah membawa varik beroabat ke beberapa rumah sakit termasuk RSHS Cianjur. selama itu, aku Mitra, dirinya telah menghabiskan puluhan juta rupiah hasil penjualan tanah warisan seluas setengah hektar yang berada tidak jauh dari lokasi rumahnya
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-derita-tkw/" rel="bookmark">Menengok Derita TKW</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/nabila-ibu-aku-ingin-kembali-jalan/" rel="bookmark">Nabila : Ibu Aku Ingin Kembali Jalan</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/gempita-ritual-kaum-urban/" rel="bookmark">Gempita Ritual Kaum Urban</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tabung-gas-meledak-kapan-berakhir/" rel="bookmark">Tabung Gas Meledak Kapan Berakhir ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-tingginya-angka-penjualan-dan-pembuangan-anak/" rel="bookmark">Menengok Tingginya Angka Penjualan dan Pembuangan Anak</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/potret-buram-anak-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menengok Derita TKW</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-derita-tkw/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-derita-tkw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Daftar nama Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang disiksa majikannya di negeri kaya minyak Arab Saudi terus bertambah. Sinta Marliana Reza,19, warga kampung Cigadog, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Cianjur selatan, disiksa majikanya di Mekah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daftar nama Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang disiksa majikannya di negeri kaya minyak Arab Saudi terus bertambah. Sinta Marliana Reza,19, warga kampung Cigadog, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Cianjur selatan, disiksa majikanya di Mekah hingga kedua matanya buta. Tubuh dan tanganya, dipenuhi bekas luka pukulan dan setrikaan. Itu terjadi, saat sinta bekerja selama 10 bulan di seorang saudagar Hysam Munawar Maksum di Mekah.</p>
<p>Sinta, hanya mengecap tiga bulan kebebasannya setelah lulus dari bangku SMK PGRI Cianjur. Dia terbujuk rayu sponsor kampung yang membawanya ke PT Dasa Grahautama di Cipinang Jakarta untuk menjadi TKW. Satu bulan lebih, Sinta yang bertubuh putih dengan berat badan 60 KG berada di Penampungan.</p>
<p>Dalam kontrak atau perjanjian kerja, Sinta ditempatkan di seorang sudagar kaya bernama, Hysam Makmur Azmasum yang staf di Kedutaan Besar. Sayang, itu berbeda dengan fakta yang harus diterima Sinta. Saat kakinya menginjak negeri Unta disana, bunga desa itu hanya bekerja di rumah seorang Dosen dengan nama hampir serupa yakni Hysam Munawar Maksum.</p>
<p>Awalnya dia disambut ramah, sebelum duka yang menjadia bagian hidupnya menghampiri. Nestafa itu datang, ketika Sinta baru bekerja tiga bulan. Di sebuah rumah di apartemen lantai tiga, Sinta mulai menjalani hari-hari buruknya. Dia kerap ditempelang, kepalanhya dibenturkan bahkan disetrika hingga dicambuk dengan kebel. Sadisnya, Sinta yang masih remaja itu, kerap terkena bogem mentah di mukanya hingga kedua matanya harus buta.</p>
<p>Ditemui dirumahnya, Sinta yang didampingi kerabat perempuannya, duduk dengan tatapan kosong sembari mencoba menceritakan kisah pilunya kepada budibach.com, Dia bertutur, karena kesalahan mengsertirka sorban milik Hysam, kedua tangannya di setrika. Parhanya, perlakukan itu dilakukan secara bersama-sama dengan istri dan anak majikan prianya.</p>
<p>“Waktu itu saya mensetrika sorban milik majikan pria. Karena mata sudah tidak bisa melihat, akhirnya kancing yang berada di sorban lepas. Kesalahan itu, membuat sitri majikan saya marah dan melaporkannya ke pada majikan pria. Tangan saya dipegang oleh dua orang anak dewasnya serta istri Hysam, kemudian saya disetrika beberapa kali”</p>
<p>Sinta mengkau tak bisa melawan, dia hanya berteriak dan menagis. Tapi usahanya untuk meminta tolong sia-sia. Taka ada satu orangpun, kata Sinta, yang mau mendengar teriakannya meminta tolong. Kedua tangan yang terbakar, jelas Sinta, dibiarkan Hyasim hingga kembali mengering.</p>
<p>Sinta, mengaku pernah diajak berobat ke sebuah klinik di Mekah. Itupun, jelasnya, karena luka dibagian belakang bekas setrikaan Hysam serta matanya yang sudah dipastikan tidak bisa melihat. Namun, papar Sinta, setelah kondisi membaik, siksaan kembali diterimanya.</p>
<p>Tak kuat menahan sakit, Sinta beberapa kali meminta dipulangkan. Tapi, sang majikan yang merasa perbuatannya takut terbongkar menolak permintaan Sinta. “Saya beberapa kelai meminta untuk pulang tapi selalu ditolak oleh majikan pria. Padahal saya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja dan terus disiksa,” tutur Sinta dengan nada lirih.</p>
<p>Bulan Nopember 2005, aku Sinta, dia akhirnya dipulangkan melalui Bandara Jedah. Itupun, tambah Sinta, dirinya diancam Hasym agar tidak menceritakan semu apenyiksaan yang dialaminya pada pihak yang berwenang di Indonesia . “Pokonya saya diancam agar tidak menceritakan semua kejdaian di rumah majikan baik pada keluarga ataupun pihak yang berwajib. Saya hanya disuruh diam atau berbohong telah jatuh dan lain halnya,” papar remaja yang bercita-cita ingin jadi dokter itu.</p>
<p>Mata Sinta yang buta membuat dia terpapah-pah menaiki tangga kapal terbang di bandara Jedah Mekah Arab Saudi. Untung saja, nasib masih berpihak kepada dirinya. Sat berada di dalam pesawat Sinta ditemani dua orang TKW asal Cirebon dan Subang. Dua orang itulah, yang merawat dan menjaga dirinya di dalam ruangan kapal.</p>
<p>“Memang pas saya pulang sengaja di berangkatkan dengan para TKW yang hendak pulang ke Indonesia . Tapi saya beruntung karena ada TKW dari Subang dan Cirebon yang peduli kepada diri saya,” aku Sinta saat menceritakan perjalanan pulangnya ke tanah air.</p>
<p>Setibanya di Bandara Soekarno Hata, terminal III, tutur Sinta, dia langsung dilarikan ke Kilinik bandara oleh seorang pramugari. Sebelumnya, atas bantuan Pramugari tersebut, Sinta sempat mengontak salah seorang kakaknya di Tanggeung Cianjur selatan, Yani Mulyani, 28, memberi kabar kedatanganya.</p>
<p>Sinta masuk Klinik sekitar jam 9.00 Wib, dan baru bisa bertemu kakaknya pada pukul 11.00 WIB. Menurut Dokter di Klinik bandara, aku Sinta, dirinya harus dirujuk ke Rumah Sakit Polri. Di RSU Polri, diketahui retina kedua mata Sinta lepas dan mengalami pengendapan darah serta katarak. Akibatnya, Sinta kembali harus dirujuk ke Rumah sakit Tjipto Mangungkusomo, karena kondisi luka yang dideritanya cukup parah.</p>
<p>Sinta sendiri baru bertemua ibunya pada hari Minggu, sat itu sinta masih berada di rumah sakit Polri. Saodah kepada Budibach.com mengaku, biaya perobatan Sinta saat dirawat di RSU Polri dan Tjipto mangungkusomo, ditanggung PT Dasa Grahautama.</p>
<p>Niat Mendulang Real, Pulang Penuh Luka</p>
<p>Gaji Satu Tahun Dibayar 15 Ribu</p>
<p> KEPULANGAN Sinta ke Indonesia, ternyata bukan akhir cerita duka. 10 bulan dirinya mengabdi, ternyata hanya dibayar 6 real atau sebanding dengan Rp 15 ribu rupiah. Padahal, gaji yang dijanjikan pihak PT kepada sinta sebesar 600 real per bulan atau sebandaing 1,5 juta perbulan.</p>
<p>Sinta mengaku, dirinya tak pernah digaji selama bekerja di keluarga Hysam. Jangankan gaji, makan sehari-hasri saja, aku Sinta, dirinya hanya dijatah satu kali. Otomatis, berat tubuhnya drastis berkurang. Bayangkan, saat sinta berangkat ke ke Jakarta, Ibu Sinta, Saodah, menyebutkan putri keduanya itu mempunyai berat 60 Kg. Tapi, selepas darri Mekah, Sinta hanya berbobot 45 Kg. “Tubuh anak saya itu begitu kering saat pertama kali saya lihat di Rumah Sakit Tjipto Mangungkusomo Jakarta,” jelasnya</p>
<p>Sinta yang ditemui BUDIBACH.COM mengenakan baju tidur dan terduduk di kusri rumahnya, menjelaskan, uang 6 real yang diterimanya, diperoleh dari majikan pria ketika akan pulang. Dia tak menyangka uang yang ada dalam amplop tersebut 6 real. Maklmum, saat itu, mata Sinta sudah benar-benar tidak melihat.</p>
<p>Padahal kalau diperhitungkan, selama bekerja sepuluh bulan, Sinta seharusnya menerima gaji sebesar 15 juta rupiah. Hal itu diakui Sinta, karen pihak majikan beralasan kalau gaji Sinta telah habis dipakai untuk berobat selama sinta menjalani perawatan di salah satu klinik di Mekah Arab Saudi. Padahal kata Sinta, dirinya hanya satu kali dibawa ke klinik itupun tidak dirawat inap.</p>
<p>Sinta, sebelum dipulangkan sempat beberapa kali mengajukan Gaji. Namun, ungkap Sinta pihak majikan selalu menolkanya dengan beribu alasan. Hingga akhirnya, terang Sinta, dia mengajukan satu bulan gaji sebagai bekal diperjalan. “Saya beberapa kali mencoba meminta gaji namun tidak berhasil, saya mencoba meminta satu bulan gaji terkahir, itupun tetap tak diberi majikan,” terangnya.</p>
<p>Setiap kali meminta gaji, tutur Sinta, dia diberinya bogem mentah dan sejumlah siksaan fsisk yang menggunakan alat seperti kabel, tongkat dan setrikaan. Tak ayal, hal itu membuat perempuan yang berniat melanjutkan sekolahnya kejenjang bangku kuliah itu lebih menderita.</p>
<p>“Sempat satu kali pihak majikan akan memberi uang gaji selama satu bulan, itupun saya harus kembali bekerja selama satu bulan sebelum pulang. Saya tak sanggup jadi memilih pulang tanpa membawa uang sepeserpun,” papar Sinta dengan nada yang mulai terbata-bata.</p>
<p>Ironisnya, hingga saat ini Sinta belum mendapat uang pengganti kecelakaan atau Asuransi dari PT yang memberangkatkannya. Padahal Sinta sudah berada hampir satru bulan di rumahnya setelah dirawat selama 2 bulan di rumah sakit Tjipto mangungkusumo Jakarta. </p>
<p>SINTA ingin Matanya Kembali</p>
<p>“AKU Ingin Lihat Mamah”</p>
<p>KAPOK, itu lah yang diraskan Sinta saat ini, dia tak sudi lagi menginjak negeri kaya minyak arab menjadi TKW. Kebutaan dan luka disekujur tubuhnya akibat siksaan majikan, membuat dia menyesali keberangkatannya ke Arab Saudi. Padahal, orang tuanya telah menyarankan agar Sinta mengurunkan niatnya menjadi TKW.</p>
<p>Saat ini tak banyak harap dari Sinta, ia hanya ingin matanya kembali bisa melihat seperti semula. Dia berkeinginan, melihat kembali muka-muka keluarganya terutama Mamahnya yang dianggap Sinta selalu menyayanginya.</p>
<p>“Saya ingin lihat mamah pak, bagaiman mamah sekarang. Dia pasti sedih melihat saya seperti ini, apalagi saya sudah banyak merepotkan dia sebelum dan sesudah berangkat,” tutur Sinta kepada wartawan di rumahnya.</p>
<p>Suaranya lirih, ketika dia mengatakan kalau kemungkinan matanya hanya bisa melihat dengan jarak pandang maksimal 40 CM. Itupun, jelas Sinta bola matanya harus diganti baru. Untuik satu bola mata, aku Sinta, membutuhkan dana Rp 25 Juta.</p>
<p>Dirumahnya, sesekali tangan Sinta yang tidak bisa lurus akibta pergelangan tangan patah, meraba dan menebak-nebak muka-muka orang yang sedang berbincangn dengan dirinya. Dia sadar betul, uang untuik mengganti kedua bola matanya, mustahil bisa dicukupi oleh kedua orang tuanya, Teteng dan Saodah. Sehari-hari, orang tua Sinta hanya mengandalkan hidup dari penghasilan warung nasi yang berada diperempatan Cigadog.</p>
<p>Sinta ngotot, kalau yang bertangung jawab terhadap dirnya adalah pihak PT dan majikannya di arab sana. “Saya tetap akan menuntjut hak saya sebagai seorang TKW teraniaya (Muskilah), karena sebelumnya saya telah menandatangani kontrak yang berisi butir-butir perjanjian termasuk jika diri saya menjadi korban kekerasan,” tuntut Sinta kepada PT yang telah memberangkatkannya ke negeri unta.</p>
<p>Sementara ini, tambah Sinta, dia telah mempercayakan kepada kakak iparnya yang bekerja di salah satu instansi hukum di Cianjur untuk mengurus semua proses dirinya. Tapi, harap Sinta, pihak pemerintah khususnya Depateman tenaga kerja mau membantu dirinya menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.</p>
<p>Cacat mata yang kini dideritanya, tak mambuat sinta putus asa. Dia yakin kalau matanya bisa kembali sembuh dan normal walaupun memerlukan waktu dan uang yang begitu besar. Dia berharap, gaji dan asuransi yang dijanjikan PT kepada dirinya bisa segera diterima untuk mengobati semua luka disekujur tubuhnya khususnya mata.</p>
<p>SAODAH Minta Diusut Tuntas</p>
<p>IBUNDA Sinta, Saodah, 45, minta kasus yang menimpa anaknya bisa diusut tuntas oleh pihak yang berwajib. Ibu setengah baya itu tidak menerima jika anaknya itu harus buta seumur hidupnya.</p>
<p>Ibu dua anak itu, baru menerima kabar dari anak pertamanya Yani Mulyani, 28, pad ahari sabtu malam pertengahan bulan Nopember tahun lalu. Saat itu, Yani mengbarakan Sinta telah pulang dan dirawat di Rumah sakit Tjipto Mangungkusomo Jakarta.</p>
<p>Awalanyas, kata Saodah yang ditemui budibach.com di warung nasinya, tak menyangka kalayu Sinta hingga menderita kebutaan. Dibenaknya, dia mengira kalau Sinta hanya disiksa. “Begitu saya mendengar berita dari anak saya Yani, memang sudah terbayang kondisi Sinta waktu iotu, namun saya tidak meyangka kalaun Sinta akan mengalami kebutaan,” papar Saodah.</p>
<p>Dia baru tahu kalau Sinta menderita kebutaan, setelah melihat dan mendengar dari tim dokter di Tjipto Mangunkusomo tentang kondisi kesehatan sinta secara menyeluruh. Mendengar laporan dari Dokter, ungkap Saodah, dirinya kaku tak bisa mengatakan apap-apa. Saodah hanya bisa melihat tubuh Sinta di atas ranjang putih rumah sakit yang saat itu masih dipenuhi luka bakar dan pukulan.</p>
<p>“Siapa yang tega melihat anaknya seperti itu, perasaan saya bercampur antara marah dan sedih. Tapi, saya terdiam dan hanya melihat Sinta yang terus meronta sembari memanggil nama saya,” ungkapnya sedih bercampur emosi.</p>
<p>Dia mengutuk majikan Sinta yang telah melakukan kekerasan t6erhdap nakanya. Menurutnya, pihak pemerintah atau PT yang memberangkatkan Sinta wajib untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut. “Walaupun Saya buta hukum, tapi sedikitnya tahu kalau perbuatan yang dilakukan majikan anak saya itu salah,” tegas Saodah</p>
<p>Saodah meminta kepada pihak PT agar segera memberikan uang asuransai yangdijanjikan pihak PT kepada kelauraganya. Saodah mengaku, hingga saat ini belum mengetahui besaran uang asuransi yang akan diterima anaknya.</p>
<p>Bagaimana dengan tanggung jawab PT Selama ini,? “Pihak PT memang menginginkan menyelesaikan permasalahan Sinta dengan cara kekeluargaan. Tapi hingga saat ini kita belum tahu kekeluargaan seperti apa yang dimaksud oleh PT, sementara datang kerumah pun belum pernah. Mereka hanya satu kali datang ketika mengantarkan Sinta pulang dari rumah sakit,” jawab Saodah.</p>
<p>Kasus Sinta bukan kalai pertama terjadi di kabupaten Cianjur. Sebelumnya, Imas Maesaroh, warga Kecamatan Sindang Barang, juga mengalami nasib yang sama. Sayang, permasalahan yang menimpa TKW dari Kota pengeksport TKW ke negri arab ini, tidak pernah terselesaiakan dengan tuntas. Bahkan para TKW gagal (muskilah) terkadang kerap dijadikan bulan-bulanan oknum-oknum PT di Jakarta sehingga hak-hak mereka tidak pernah sampai ketangannya.
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/nabila-ibu-aku-ingin-kembali-jalan/" rel="bookmark">Nabila : Ibu Aku Ingin Kembali Jalan</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/potret-buram-anak-miskin/" rel="bookmark">Potret Buram Anak Miskin</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tabung-gas-meledak-kapan-berakhir/" rel="bookmark">Tabung Gas Meledak Kapan Berakhir ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-tingginya-angka-penjualan-dan-pembuangan-anak/" rel="bookmark">Menengok Tingginya Angka Penjualan dan Pembuangan Anak</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/jakarta-ke-483-akankah-lebih-baik/" rel="bookmark">Jakarta ke 483 Akankah Lebih Baik</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-derita-tkw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta ke 483 Akankah Lebih Baik</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/jakarta-ke-483-akankah-lebih-baik/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/jakarta-ke-483-akankah-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (BB) – Jakarta kini memperingati hari jadinya ke 483 atau hampir lima abad. Banyaknya yang masih pesimis jakarta akan lebih baik kedepannya. Beragam permasalahan yang terjadi di Jakarta, menunjukan indikasi Jakarta masih...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (BB) – Jakarta kini memperingati hari jadinya ke 483 atau hampir lima abad. Banyaknya yang masih pesimis jakarta akan lebih baik kedepannya. Beragam permasalahan yang terjadi di Jakarta, menunjukan indikasi Jakarta masih belum membaik secara sempurna.</p>
<p>Beberapa masayarakat yang berhasil dimintai tanggapannya menyebutkan, beberapa masalah seperti banjir, penggusuran, kebakaran dan kemacetan, adalah masalah klasik yang tidak tertuntaskan oleh pemerintah Jakarta.</p>
<p>Masyarakat menyesalinya, karena kondisi ini jauh terbalik dengan jargon para pejabat dari tingkat Gubernur hingga Walikota saat berkampanye merebut simpati masyarakat. Jakarta dinilai warga masih tetap sama dan tidak banyak berubah.</p>
<p>”Ya kita rasakan gini-gini terus. Tiap tahun ada banjir, kemacetan dimana-mana, penggusuran terus terjadi dan kebakaran terus telat ditangani,” cetus Sopian warga Cipete saat dimintai tanggapannya.</p>
<p>Sopian menambahkan, pringatan hari Jakarta lebih ke cerimonial saja. Ada hiburan, ada kegiatan bhakti sosial dan mungkin banyak lagi. ”Tapi sepatutnya, hari jadi jakarta diikuti dengan keinginan bersama untuk mewujudkan Jakarta menjadi lebih baik dari hari sebelumnya” tambahnya.</p>
<p>Sementara Juariah, warga jakarta lainnya mengaku telah bosen dengan wajah kota kelahirannya dipenuhi dengan aksi demontrasi. ”Tiap hari saya dengar dan lihat pasti ada demo, kapan sih jakarta ini damai dan aman,” cetus Juariah sedikit mengerutu.</p>
<p>Lebih jauhnya Juariah berharap, dengan peringatan hari jadi Jakarta yang ke 483, pemerintah lebih memperhatikan masyarakat miskin. ”Ya mudah-mudahan tidak ada penggusuran lagi, apalagi penggusuran hanya karena uang dari orang kaya,” paparnya.</p>
<p>Fauzi Wibowo sebagai orang nomer wahid di Provinsi Jakarta sendiri, tidak bisa berjanji kalau dirinya bisa membebaskan Jakarta dari masalah banjir.</p>
<p>Demikian dikatakan Fauzi Wibowo dalam pidato Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT DKI Jakrta ke 483. menurutnya, dengan 13 sungai besar yang bermuara di teluk dan pantai utara kota Jakarta, membuat jakarta sulit terhindar dari banjir.</p>
<p>Menurut Fauzi lagi, DKI saat ini tengah berupaya meningkatkan mutu hidup warganya dengan menciptakan lapangan kerja. Kebijakannya berlandaskan pada pro job, pro poor, pro growth atau kebijakan yang berpihak kepada pekerja, masyarakat miskin dan pertumbuhan.<br />
&#8220;Pengangguran turun dari 12,57 persen menjadi 12,16 persen. Angka pengangguran tersebut turun tahun 2009 menjadi 12,15 persen dan untuk tahun 2010 per februari turun menjadi 11,32 persen,&#8221; ungkapnya
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tdl-kok-naik-lagi/" rel="bookmark">TDL Kok Naik Lagi</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/menengok-tingginya-angka-penjualan-dan-pembuangan-anak/" rel="bookmark">Menengok Tingginya Angka Penjualan dan Pembuangan Anak</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tni-nyoblos-masih-harus-dipertimbangkan/" rel="bookmark">TNI Nyoblos Masih Harus Dipertimbangkan</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tabung-gas-meledak-kapan-berakhir/" rel="bookmark">Tabung Gas Meledak Kapan Berakhir ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/hari-pendidikan-nasional-benarkah/" rel="bookmark">HARI PENDIDIKAN NASIONAL, BENARKAH ?</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/jakarta-ke-483-akankah-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TDL Kok Naik Lagi</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/tdl-kok-naik-lagi/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/tdl-kok-naik-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (BB) – TDL Kok Naik Lagi Yah ?. itulah pertanyaan yang keluar dari bibir masyarakat. Otomatis, bukan sekedar pertanyaan mendasar soal kenaikan tariff dasar listrik, melainkan bertambahnya beban hidup yang sudah ada....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (BB) – TDL Kok Naik Lagi Yah ?. itulah pertanyaan yang keluar dari bibir masyarakat. Otomatis, bukan sekedar pertanyaan mendasar soal kenaikan tariff dasar listrik, melainkan bertambahnya beban hidup yang sudah ada. Masyarakat yang merasakan dampak dari kenaikan TDL ini, menganggap pemerintah tidak berkomitmen dengan apa yang dilontarkanya dalam masa kampanye lalu.</p>
<p>Dikatak Saeful Efendi, pengamat sosial, kenaikan TDL merupakan bukti kuat kalau pemerintah tidak berpihak pada rakyat kecil. Pada pase saat ini, jelas gejolak sosial yang terjadi di masayarakat sangat tinggi karena imbas kebijakan ekonomi yang masih mementingkan pihak luar.</p>
<p>“Kita bisa sebutkan adanya kebijakan AFCTA, yang membuat kemerosotan pengasusaha di Indonesia. Efek lebih jauhnya, banyak karyawan yang di PHK. Dengan beban itu, sekarang, dengan mudah pemerintah menaikan TDL. Dimana rasa toleransi dan kebijakan pro rakyatnya,” jelas Efendi.</p>
<p>Pernyataan Efendi diamini banyak masyarakat. Sejumlah masyarakat menilai pemerintah benar-benar tidak memperhatikan kondisi yang sedang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Kenaikan TDL pada bulan Juli sangat berdekatan dengan kegiatan Ramadhan, dimana masyarakat akan lebih banyak melakukan transaksi pembelian untuk memenuhi kegiatan ibadah bulan puasa tersebut.</p>
<p>“Kalau kaya gini, kita-kita juga yang jadi korban. Tapi toh mau gimana lagi, kita rakyat kecil hanya bisa diam dan nurut saja walaupun terjepit,” kata Usman salah satu warga di daerah Darmawangsa, Jakarta Selatan.</p>
<p>Usman berharap, pemerintah kembali mengkaji dampak kenaikan TDL yang akan diberlakukannya. Kalau terus menerus TDL itu naik, sambung dia, akan banyak masyarakat yang hidup tanpa listrik akibat tidak mampu membayar tagihan bulanan penggunaan listrik ke PLN.
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/jakarta-ke-483-akankah-lebih-baik/" rel="bookmark">Jakarta ke 483 Akankah Lebih Baik</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tabung-gas-meledak-kapan-berakhir/" rel="bookmark">Tabung Gas Meledak Kapan Berakhir ?</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/rawan-pangan-pr-besar-pemerintah/" rel="bookmark">Rawan Pangan PR Besar Pemerintah</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/tni-nyoblos-masih-harus-dipertimbangkan/" rel="bookmark">TNI Nyoblos Masih Harus Dipertimbangkan</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/hak-si-miskin-yang-terpangkas-birokrasi/" rel="bookmark">Hak Si Miskin yang Terpangkas Birokrasi</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/tdl-kok-naik-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Ariel Ngedrop Pasca Masuk Bui</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/kesehatan-ariel-ngedrop-pasca-masuk-bui/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/kesehatan-ariel-ngedrop-pasca-masuk-bui/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (BB) – Pengapnya dan dinginnya sel tahan di Mabes Polri, kini harus dirasakan mantan vokali Peterpan Ariel karena tersandung dugaan pembuatan video mesum bersama Luna Maya dan Cut Tari. Ariel yang masuk...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (BB) – Pengapnya dan dinginnya sel tahan di Mabes Polri, kini harus dirasakan mantan vokali Peterpan Ariel karena tersandung dugaan pembuatan video mesum bersama Luna Maya dan Cut Tari. Ariel yang masuk tahanan pada selasa malam tadi, tidak bisa berbuat banyak saat polisi menetapkan dirinya sebagai tersangka berikut penahannya.</p>
<p>Informasi yang dihimpun budibach, kondisi Ariel saat ini menurun. Kemungkinan, Ariel shock dan tidak siap dirinya masuk hotel prodeo. Tim dokter Mabes Polri, kini memeriksa kondisi Ariel. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kesehatan pelantun lagu Tak Ada Yang Abadi tersebut.</p>
<p>Sementara itu, tidak menutup kemungkinan dua saksi dalam kasus video mesum yakni Cut Tari dan Luna Maya akan menyesul Ariel ke dalam bui. ”Keduanya kemungkinan bisa ditahan tapi tidak dalam kontek hukum namun untuk melindungi mereka (Luna-Cut),” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ito Sumardi kepada sejumlah wartawan tadi pagi. (BB)
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/masyarakat-keluhkan-sikap-ariel-luna-dan-tari-terus-berbohong/" rel="bookmark">Masyarakat Keluhkan Sikap Ariel, Luna dan Tari Terus Berbohong</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/ariel-jelas-malu-mengaku/" rel="bookmark">Ariel Jelas Malu Mengaku</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/susno-jangan-bungkam/" rel="bookmark">Susno Jangan Bungkam</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/haruskah-semua-bicara-video-mesum/" rel="bookmark">Haruskah Semua Bicara Video Mesum</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/jangan-bicara-mari-bertindak-stop-seks-bebas-dan-sexting/" rel="bookmark">Jangan Bicara Mari Bertindak Stop Seks Bebas dan Sexting</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/kesehatan-ariel-ngedrop-pasca-masuk-bui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Keluhkan Sikap Ariel, Luna dan Tari Terus Berbohong</title>
		<link>http://budibach.com/v3/2011/10/masyarakat-keluhkan-sikap-ariel-luna-dan-tari-terus-berbohong/</link>
		<comments>http://budibach.com/v3/2011/10/masyarakat-keluhkan-sikap-ariel-luna-dan-tari-terus-berbohong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budibach.com/v3/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (BB) &#8212; Terbongkarnya kebenaran kalau Ariel, Luna Maya dan Cut Tari adalah pelaku asli adegan mesum dalam video porno mereka, membuat masyarakat berang. Kemarahan masyarakat bukan karena kebenaran tindakan para pelaku, tapi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (BB) &#8212; Terbongkarnya kebenaran kalau Ariel, Luna Maya dan Cut Tari adalah pelaku asli adegan mesum dalam video porno mereka, membuat masyarakat berang. Kemarahan masyarakat bukan karena kebenaran tindakan para pelaku, tapi sikap pelaku yang terus memungkiri prilaku tak senonoh yang diperbuatnya.</p>
<p>Sejumlah element masyarakat dari berbagai kalangan, menggelar aksi penolakan terhadap seks bebas dan kecaman terhadap tindakan yang dilakukan Ariel, Luna dan Tari di Bundaran HI tadi pagi. Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menyesalkan para pelaku terus berkelit dalam masalah ini.</p>
<p>“Mengapa tidak jujur sih kalau mereka melakukan itu semua. Bila terus berkelit berarti mereka telah membohongi public dong. Udah bersalah eh malah coba-coba menghindar. Itu ga gentelment,” kata Indrawan salah seorang pengunjuk rasa saat dimintai keterangannya.</p>
<p>Indrawan menyatakan, masyarakat mendesak agar permasalahan ini segera dituntaskan dan tidak berlarut-larut. Pasalnya, semua pihak menginginkan agar` ketiga pelaku dijerat hukum dan dapat merasakan akibat perbuatannya.<br />
sementara itu, pembenaran kalau ketiga pelaku adegan mesum dalam video porno adalah Ariel, Luna dam Tari, datang dari pihak Mabes Polri. Namun untuk memastikan kebenarannya tadi polisi masih tetap akan melakukan cek fisik terhadap para pelaku
<div id="seo_alrp_related">
<ul>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/kesehatan-ariel-ngedrop-pasca-masuk-bui/" rel="bookmark">Kesehatan Ariel Ngedrop Pasca Masuk Bui</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/haruskah-semua-bicara-video-mesum/" rel="bookmark">Haruskah Semua Bicara Video Mesum</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/jangan-bicara-mari-bertindak-stop-seks-bebas-dan-sexting/" rel="bookmark">Jangan Bicara Mari Bertindak Stop Seks Bebas dan Sexting</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/ariel-jelas-malu-mengaku/" rel="bookmark">Ariel Jelas Malu Mengaku</a></div>
</li>
<li>
<div class="seo_alrp_rl_content"><a href="http://budibach.com/v3/2011/10/susno-jangan-bungkam/" rel="bookmark">Susno Jangan Bungkam</a></div>
</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budibach.com/v3/2011/10/masyarakat-keluhkan-sikap-ariel-luna-dan-tari-terus-berbohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

